Kisah Sukses Mantan TKI: Heni Sri Sudani, Pulang dengan membawa gelar Sarjana

Heni Sri Sudani, Seorang mantan TKI Hongkong yang terlahir dari keluarga miskin di desa Jakakarsa, Ciamis, Jawa Barat. Bapaknya adalah seorang petani dan tinggal di rumah yang sangat sederhana. Kondisi dyang penuh keterbatasan tidak membuat Ia untuk berhenti mengejar cita citanya,  walaupun ia harus menempuh berjalanan yang jauh untuk bersekolah saat itu, ditambah beratnya biasa tetapi Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat SMK.

Impian besar terus mewarnai hidupnya selama di HongKong. Ia ingin  pulang dan membawa gelar sarjana. Namun perjalanan itu bukanlah sesuatu yang mulus, berbagai cobaan datang silih berganti. Mulai dari awal keberangkatan ia telah mengalami cobaan pemalsuan dokumen , umur dan  tanda-tangan yang dipalsukan oleh perusahaan yang mengirim ia bekerja. Ditambah lagi gaji yang ia terima pada tahun pertama dan kedua jauh dari kenyataan dengan yang ia tandatangani di kontrak, Ia hanya menerima setengah dari gaji yang tertera di  kontrak.

Cobaan tersebut lantas tidak membuat dia patah semangat. Impian untuk menjadi seorang Sarjana dan untuk membiayai orang tuanya yang miskin di kampung membuatnya tetap tegar, Ia menjadi kontributor koran, menulis artikel dan mengikuti lomba komunitas penulis, sehingga dia mendapat  penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan ini dipakainya untuk uang kuliah dan membeli laptop.

Di tengah kesibukannya bekerja, Ia masih bisa mengerjakan tugas kuliahnya di malam hari ketika majikan tidur. Tugas kuliahnya dikirimnya melalui email. kegigihan dan ketekunannya lantas membuat Ia berhasil meraih gelar sarjana berpredikat cumlaude  Entrepreneurial Management dengan titel Bachelor Of Science in  Entrepreneurial Management (BSEM di Saint Mary’s University Hongkong (2008-2011) Selain itu Ia juga sempat menjadi kontributor media berbahasa Indonesia di Hongkong dan bekerja di Bank Mandiri Remmitance Hongkong Branch sebagai Customer Service (2010-2011).

Sepulangnya dari Hongkong, ia membawa sebuah oleh oleh yang sangat berharga yaiitu ijazah Cumlaude yang berhasil Ia raih, Ia juga membawa 3.000 koleksi buku, plus 17 buku hasil karyanya selama berada di negara tersebut. Saat kembali ke Tanah Air, kondisi teman, tetangga, infrastruktur desanya tidak berubah bahkan lebih buruk dari sebelum dia berangkat. Hal ini membuat ia sedih dan kemudian sebuah semangat baru untuk membangun desanya menggebu dalam hatinyaIa kemudian membuat komunitas yang dikenal dengan nama “Agro Edu Jampang Community” untuk memberdayakan para petani.

Sebuah kalimat dari salah satu tokoh Idolanya Nelson Mandela “ Education is the most powerful weapon which you can use to change the world” menjadikan Ia terus bersemangat untuk memutus rantai kemiskinan di desanya dengan memajukan sektor pendidikan. Ia kemudian menggagas Gerakan Anak Petani Cerdas di Desa Jampang, Bogor, Jawa Barat. Awalnya Ia mengasuh sekitar 15 anak petani saja. Namun kini, di bawah gerakan #anakpetanicerdas, anak didiknya sudah mencapai lima kampung dengan jumlah sekitar 500 anak. Gerakan ini telah menginspirasi banyak orang yang ingin turut serta mendukung programnya. Bahkan, setiap bulannya Ia memperoleh bantuan donasi dari teman-temannya yang tersebar di lima benua melalui jejaring sosial media. Kebanyakan dari mereka menyalurkan donasinya untuk didistribusikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Simak Video Heni Sri Sundani saat dalam acara Kick Andy:

(Visited 872 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *