Anggaran proyek pembangunan Kuwait 2017-2018 sejumlah 268 Triliun Rupiah

Dewan Tertinggi untuk Perencanaan dan Pembangunan, yang dipimpin oleh Presiden Nya Perdana Menteri Mulia Sheikh Jaber Al-Mubarak Al-Sabah, kemarin bertemu  untuk membahas rencana pembangunan tahunan bangsa untuk fiskal 2017-2018.

Dewan, setelah musyawarah dan pemeriksaan menyeluruh dari rencana, disahkan dan memberikan kembali kepada pemerintah untuk mengambil alih hal itu, kata Menteri Sosial dan Tenaga Kerja dan Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Hind Al-Subaih, dalam sebuah pernyataan setelah kesimpulan dari pertemuan Dewan.

Subaih menunjukkan bahwa rencana fiskal meliputi tidak kurang dari 280 proyek dengan perkiraan biaya kumulatif enam miliar Dinar Kuwait (sekitar 268 Triliun Rupiah). Rencananya hal ini termasuk layanan e-government, dan mendukung penggunaan teknologi informasi di semua kementerian dan lembaga pemerintah, katanya.

Selanjutnya,hal lain yang mendasar dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan  adalah  didukung oleh lingkungan bisnis yang ramah, peningkatan tingkat investasi, reformasi keuangan, produktivitas beragam barang dan jasa, dan menumbuhkan benih industri pariwisata yang dipelihara di dalam negeri, kata Subaih.

Dia menambahkan bahwa landasan lain dari rencana fiskal adalah meningkatkan infrastruktur bangsa melalui perluasan kapasitas Bandara Internasional Kuwait, meningkatkan produksi tenaga listrik, pengembangan jalan dan pelabuhan dan perjalanan udara, dan memperkuat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi canggih di pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.

Selain itu, ia mencatat bahwa rencana fiskal untuk 2017-2018 merupakan bagian penting dari penigkatan kualitas hidup yang berkelanjutan bagi bangsa melalui penyediaan perumahan yang layak bagi warga negara, meningkatkan kondisi sanitasi di lingkungan di seluruh negeri, menjaga lingkungan dari polusi udara dan air, antara pertimbangan lain.

Juga yang mengemuka dalam rencana tersebut adalah menyediakan layanan perawatan kesehatan yang optimal melalui peningkatan jumlah tempat tidur di rumah sakit, membatasi timbulnya penyakit jangka panjang, dan merampingkan semua bantuan perawatan pasien, kata Subaih, mencatat bahwa rencana tersebut berfokus pada saat yang sama pada meningkatkan pendidikan, menangani kebutuhan pasar tenaga kerja, mendukung program untuk perawatan anak-anak dan orang tua dan orang cacat, serta memberdayakan pemuda.KUNA

 

sumber:kuwaittimes

(Visited 300 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *