Banyaknya Pengangguran di Indonesia Menambah Beban Presiden Jokowi

Perusahaan Indonesia saat ini banyak yang gulung tikar karena mereka bergulat dengan pertumbuhan ekonomi terlemah dalam enam tahun, menambah masalah yang dihadapi Presiden Joko Widodo, yang terpilih tahun lalu yang  berjanji mengeluarkan negara dari keterpurukan. Data pemerintahan mungkin akan memberikan alarm dimana jumlah pengangguran 5,81 persen pada bulan Februari, naik dari angka 5.70 persen dari tahun sebelumnya – tapi angka resmi tersebut tidak dapat diandalkan karena  tidak mencakup sektor informal, yang merupakan dua pertiga terbesar  dari penggerak ekonomi di Asia Tenggara .

Laporan terbaru menyatakan PHK besar besaran terjadi di seluruh negeri melukiskan gambaran suram, dan eksekutif bisnis,perusahaan  perekrutan dan pencari kerja mengatakan kondisi itu kini semakin buruk. Yang mendapat hantaman paling keras adalah para pemuda; Organisasi Buruh Internasional memperkirakan tingkat   pengangguran orang muda lebih dari 20 persen di 2013, dan ekonom percaya angka itu lebih tinggi saat ini. Sekitar sepertiga dari tenaga kerja adalah berusia 15 sampai 29 tahun, kumpulan besar  pemuda yang bisa membawa Indonesia, sebuah negara dengan jumlah lebih dari 250 juta orang, mendapatkan keuntungan demografi seperti China dan Korea Selatan yang menikmati pada generasi yang lalu. Tetapi itu hanya terjadi jika ada pekerjaan untuk 2 juta orang yang bergabung dalam tenaga kerja setiap tahun.

“Pemerintah tidak memiliki blue print  untuk penyerapan tenaga kerja” kata pengusaha properti Hariyadi Sukamdani, ketua Asosiasi pengusaha Indonesia ‘. “Jika kondisi ini dibiarkan terus, kita tidak akan mendapatkan bonus  demografis, tapi bencana demografi. Mungkin ada gejolak sosial dan tingkat kejahatan yang lebih tinggi. Kepada para pengangguran di Jakarta Ketika dia menjabat delapan bulan lalu, Widodo mengatakan ia akan menuangkan miliaran dolar ke infrastruktur dan pertumbuhan di bidang manufaktur. Tapi yang dijanjikan untuk pembangunan jalan, power plant  dan pelabuhan belum terwujud, terutama karena masalah birokrasi dan sengketa tanah, dan kekurangan tenaga kerja terampil memegang kembali pertumbuhan industri dengan nilai tambah.

Pertambangan telah di hantam oleh masalah ganda: larangan ekspor  bijih mineral dan penurunan tajam dalam harga komoditas. Sementara itu, industri padat karya seperti tekstil dan manufaktur sudah terkena hantaman rupiah yang terendah dalam 17 tahun terakhir, yang telah meningkatkan biaya bahan baku impor. Ratusan pekerja pabrik garmen  protes selama berjam-jam di minggu ini  di distrik keuangan Jakarta, di ibukota, setelah perusahaan mereka dinyatakan bangkrut dan aset-asetnya disita oleh bank.

Pengangguran pada gilirannya akan memukul banyaknya konsumsi, yang menjadi bagian lebih dari separuh perekonomian Indonesia. Penjualan mobil pada Mei turun 18,4 persen dari tahun sebelumnya, kesembilan kalinya menurun secara berturut-turut. “Saham yang menumpuk karena tidak ada orang yang membeli. Rakyat memiliki daya beli yang lemah” kata Ade Sudrajat, Ketua asosiasi tekstil Indonesia. “Ini belum pernah terjadi dalam 45 tahun terakhir”.

Arif Budimanta, penasihat Menteri Keuangan, mengatakan pemerintah telah menempuh  langkah-langkah seperti mengurangi suku bunga kredit separuh untuk usaha kecil dan membebaskan sebagian besar barang dari pajak barang mewah untuk merangsang konsumsi.

Pada job fair di Jakarta  Naomi Octiva Naibaho, seorang manajer di Kompaskarier.com portal yang mengadakan job fair baru-baru ini, mengatakan sekitar 6.000 pencari kerja muncul setiap hari, kira-kira tiga kali lipat jumlah posisi ditawarkan. Gita Harahap (26), telah mengirimkan beberapa resume beberapa minggu sejak bank tempat dia bekerja sebagai teller memulai PHK, tapi dia merasa tidak beruntung. “Tidak ada yang menelepon saya kembali” katanya. “Kompetisi ini ketat”.

Dalam lima bulan pertama tahun ini, 79 perusahaan masuk ke Universitas Indonesia untuk perekrutan, jumlah tersebut turun dari 110 pada periode yang sama di 2014, kata Sandra Fikawati, kepala pengembangan karir universitas pusat. Perlambatan ini juga mempengaruhi pekerjaan yang dibayar tinggi, termasuk di sektor jasa keuangan, kata Rob Bryson, Country Manager Indonesia  untuk perusahaan perekrutan Robert Walters.
Dari pertengahan 2013 hingga akhir tahun lalu, jumlah orang asing yang memegang izin pekerjaan di Indonesia diperkirakan telah turun 20 persen menjadi sekitar 62.000, sebagian karena pencari kerja asing melihat peluang lebih di Negara-negara Barat, katanya.

“Perusahaan di sini mencari untuk meningkatkan produktivitas” kata Bryson. “Mereka dengan senang hati akan mempekerjakan satu orang dan melepaskan dua dalam banyak situasi, sehingga menambah tekanan untuk pekerjaan tersebut”.

 

Sumber: reuters,kuwaittimes

(Visited 249 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *