Dept. Tenaga Kerja Kuwait mengeluarkan aturan baru untuk private sector

Kuwait (13/7), Direktur Jenderal Otoritas Publik urusan Tenaga Kerja Ahmad Al-Mousa telah mengeluarkan sejumlah keputusan untuk mengatur dan memperkenalkan beberapa perubahan aturan pada sektor minyak dan sektor swasta.

Sebuah keputusan menyatakan, izin kerja dapat diberikan kepada pekerja asing (expatriat) selama tiga tahun, terbarukan setelahnya. Aplikasi untuk perpanjangan izin kerja dapat diajukan tiga bulan sebelum tanggal berakhirnya izin kerja.

Ijin kerja dapat dikeluarkan untuk penduduk ilegal (Bedoun) selama satu tahun, terbarukan setelahnya.

Al-Mousa mengeluarkan keputusan lain untuk memungkinkan seorang pekerja asing untuk mentransfer ijin kerja mereka kepada sponsor yang berbeda setelah tiga tahun sejak tanggal penerbitan tanpa harus berkonsultasi ke sponsor sebelumnya, dimana sponsor sebelumnya tetap diberikan alokasi waktu untuk notice period.

Aturan itu juga memungkinkan transfer dari dependant visa (artikel 22) ke  visa kerja sektor swasta (artikel 18) setelah pemegang visa selesai satu tahun tinggal di Kuwait, sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Keputusan ini juga memungkinkan untuk mentransfer sponsor dari para pekerja, yang dibawa ke negara ini dengan izin kerja sektor swasta (artikel 18) setelah satu tahun dari tanggal penerbitan izin kerja dengan persetujuan sponsor sebelumnya untuk transfer sponsor.

Hal ini juga memungkinkan mentransfer sponsor dari pekerja, yang dibawa ke negara Kuwait pada izin kerja dari sektor swasta untuk kontrak-kontrak pemerintah dan proyek pemerintahan setelah mereka menyelesaikan kontrak asli mereka. Namun, transfer harus masih dalam government contract yang lain dari perusahaan yang sama, atau government contract yang lain dengan perusahaan yang berbeda; tapi ini khusus untuk tenaga teknis khusus.

Keputusan lain adalah bahwa otoritas yang bertandatangan atau attester dari setiap dokumen resmi harus dilakukan oleh warga negara Kuwait atau warga negara GCC. Tanda tangan mitra non-Kuwaiti diperbolehkan untuk perpanjangan izin kerja saja.

Keputusan lain dikeluarkan untuk menyetujui mekanisme baru untuk membatalkan economic lisense. Al-Mousa memberikan hak  untuk sektor swasta mempekerjakan laki-laki dan perempuan remaja  antara usia 15 dan 18 setelah mendapat izin dari Otoritas Umum untuk Tenaga Kerja dan persetujuan dari wali mereka berdasarkan kebutuhan dari perusahaan yang bersangkutan dan setelah melakukan pemeriksaan medis yang diperlukan.

Dia melarang para remaja bekerja di sektor seperti pengecetan, pabrik semen, pertambangan, pabrik soda, manufaktur pestisida, pemeliharaan drainase, pengisian tabung gas dan industri baterai listrik.

Dia mengeluarkan keputusan lain untuk memungkinkan perempuan untuk bekerja di malam hari di sektor-sektor seperti hotel, apotek, kantor pengacara, laboratorium medis, taman hiburan, nursery anak-anak, pusat kesehatan, teater, bioskop dan stasiun TV dan satelit. Wanita dapat bekerja sampai tengah malam di bank, restoran, koperasi, lembaga pendidikan, salon-salon, kantor wisata, dan kompleks pasar komersial.

Al-Mousa melarang laki-laki bekerja di sektor jasa yang terkait dengan pakaian wanita, salon wanita, toko kosmetik, dan lembaga kesehatan wanita, ia menginstruksikan departemen tenaga kerja tidak mengeluarkan atau memperbaharui setiap izin kerja untuk pria yang bekerja di bidang ini.

Sebuah keputusan juga dikeluarkan untuk memberikan hak kepada karyawan wanita dua jam selama jam kerja untuk menyusui anak-anak mereka, asalkan mereka menyerahkan dokumen resmi yang diperlukan dalam hal ini. Para karyawan wanita akan kehilangan hak ini setelah anak susuan ke-dua. Selain itu, karyawan Muslim wanita dapat mengambil cuti penuh dibayar(paid leave) selama empat bulan sepuluh hari dari tanggal kematian suami mereka.

 

sumber: arabtimesonline

(Visited 1,938 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *