KBRI melakukan kunjungan ke perwakilan masyarakat Perwira

Jumat 29 Desember KBRI beserta stafnya menyambangi daerah Mangaf dan bertemu dengan perwakilan masyarakat Perwira (Perhimpunan Warga Indonesia Regional Ahmadi)  bertempat di resto Indonesia Mama Lala. Sebelumnya KBRI juga melakukan kunjungan ke area Jahra untuk melakukan dialog dengan warga Indonesia di sana. Tujuan dari pertemuan ini disamping sebagai sarana silaturrahmi KBRI dengan masyarakat Indonesia di Kuwat juga sebagai sarana untuk mengenal lebih jauh kondisi dan komunitas pekerja Indonesia di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu hadir Bapak Gontosari yang menjabat sebagai Konsuler fungsi Ekonomi di KBRI menjelaskan bagaimana usaha dan langkah yang telah di laksanakan oleh KBRI Kuwait untuk meningkatkan volume wisatawan dan kerjasama Ekonomi antara Negara Kuwait dengan Indonesia. Diantaranya adalah dengan membawa langsung para operator travel ke Indonesia dan para wartawan berita agar mereka bisa merasakan langsung bagaimana keindahan Indonesia dan membawah berita ini ke Kuwait. Hal tersebut cukup berhasil dengan ditampilkannya berita Indonesia di media Kuwait dan semakin meningkatnya wisatawan dari Timur tengah khususnya Kuwait ke Indonesia dan berbagai kerjasama Ekonomi semakin terbangun.

Turut hadir Bapak Alamsyah sebagai fungsi ketenaga kerjaan menerangkan bahwa beliau akan mencoba sebaik mungkin utnuk mengetahui kondisi para pekerja Indonesia di Kuwait dan menyelesaikan permasalahan yang ada di sektor ketenaga kerjaan, saat ini beliau sudah menjabat selama 3 bulan di Kuwait. Dalam pertemuan tersebut beberapa perwakilan dari masyarakat perwira hadir diantaranya : Yusuf Iskandar (Ketua Perwira), Budi Untoro (Sekertaris Perwira), Edi Rahmat (Ketua Diaspora), Somad (Equate), Ibnu Munzir (KNPC), Edi (Pelabuhan), Nurul (Konstruksi), wanto (Four Season), Fahmi (Alfa), Asep (Perawat), Chucub (taklim Alkautsar), Retno (Taklim Raudhatul Jannah), Hari Kurniawan (KOC).

Dari dengar pendapat tersebut masing masing perwakilan memberikan informasi mengenai kondisi ataupun kendala yang mereka hadapi. Salah satu hal yang menurut pak Alamsyah ckup serius adalah masalah sertifikasi perawat yang saat ini belum sepenuhnya selesai dan beliau berjanji akan memberi atensi yang serius untuk hal ini. Disamping itu beliau juga secara singkat menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang ingin di informasikan antara lain adalah wajibnya BPJS untuk para PMI (Pekerja Migran Indonesia) hal ini akan disampaikan khusus nantinya kepada masyarakat.

Kita semua berharap agar kedekatan KBRI dengan masyarakat Indonesia di Kuwait terus terjalin erat sehingga keberadaan KBRI benar benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia di Kuwait.

(Visited 328 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *