Mengerikan: Ini hukum yang berlaku di Kuwait dan Indonesia atas Penistaan Agama

Sahabat Indonesia di Kuwait, akhir akhir ini dunia maya di marakkan dengan adanya kasus penistaan agama Islam, istilah ini juga dikenal daalam bahasa asing sebagai “blasphemy” baik itu di Indonesia bahkan di Kuwait sendiri.

Tahukah kita semua bahwa mem-publikasi konten termasuk melalui media sosial yang dianggap sebagai menyinggung kelompok agama dapat dijerat oleh UU Persatuan Nasional negara Kuwait yang diratifikasi oleh Parlemen pada Januari 2012.

Pasal 111 berbunyi:

“Siapa pun [menyebarkan atau berkomunikasi] pendapatnya termasuk : ejekan, penghinaan, atau meremehkan agama atau doktrin agama apakah itu untuk menantang keyakinan, praktik, ritual, atau bentuk pengajaran – akan dihukum dengan penjara untuk jangka waktu tidak lebih (not exceeding) dari 1 tahun, dan denda tidak lebih (not exceeding) dari 1.000 dinar, atau salah satu dari dua hukuman ini”

Undang-undang negara Kuwait no.3 tahun 2006 mengenai pers dan publikasi pasal 19 yang berbunyi,

“Dilarang untuk melakukan turut campur (atau melakukan interpretasi tanpa hak) terkait Tuhan, kitab suci Al Quran, para Nabi, sahabat Nabi Muhammad, para istri Nabi, atau tokoh yang merupakan keluarga Nabi dengan cara mencampuri urusan, memfitnah, mengumpat, atau menghina dalam bentuk ekspresi apapun.”

Beberapa kasus contohnya pada musim panas tahun 2014 rilis dari Abdul Aziz Mohamed El Baz (juga dikenal sebagai Ben Baz Aziz), seorang sekuler Mesir dua puluh delapan tahun dan pendukung LGBT minoritas dan ateis telah dipenjara atas tuduhan penghujatan di Kuwait. Pada Februari 2013, majikannya melaporkan dia sebagai penghujat setelah melihat tulisan online-nya tentang agama dan sekularisme, dan ia dinyatakan bersalah “penghinaan agama dan berusaha untuk menyebarkan ateisme” dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara ditambah kerja paksa, denda , dan deportasi ke Mesir.

Pada bulan Agustus 2014, salah seorang aktivis hak asasi manusia, Abo Asam, ditangkap dan ditahan polisi karena salah satu tweet-nya dianggap “menghina agama”. tweet-nya telah menuduh Jamiya Islam Salafi sekte telah fanatik buta mengikuti pemimpin agama mereka, Hamad al-Utsman. Pihak berwenang menganggap tweet ofensif cukup untuk menjamin penangkapannya.

Pada tahun 2012 juga seorang Kuwaiti telah dipenjara selama 10 tahun karena dianggap membahayakan kondisi negara Kuwait dengan jalan menghina Nabi Muhammad dan pemerintahan Saudi Arabia dan Bahrain melalui Twitter.

Negara Indonesia sendiri baru saja mengaplikasikan Undang undang ITE yaitu Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 28 ayat 2 yang berbunyi;

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA)”.

Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 156a yang berbunyi;

“Dipidana dengan pidana selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.”

Sebagai tambahan kami juga ingin menyampaikan bahwa tugas perwakilan pemerintah Indonesia (dalam hal ini KBRI) menurut perundangan UU No. 37 Tahun 1999 Bab V pasal 19 & 20 adalah :

Pasal 19:
Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban:
a. memupuk persatuan dan kerukunan antara sesama warga Indonesia di Luar Negeri
b. Memberikan pengayoman, perlindungan dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan Hukum Indonesia di Luar negeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum daan kebiasaan Internasional.

Pasal 20
Dalam hal terjadi sengketa antara sesama warga negara atau badan Hukum Indonesia di Luar negeri, Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban membantu menyelesaikannya berdasarkan asas musyawarah atau sesuai dengan hukum yang berlaku.

Oleh karenanya kami mengharapkan kepada setiap individu dan masyarakat Indonesia di Kuwait agar senantiasa menjaga lisannya, menjaga setiap postingan di Media Solial terutama karena Medsos akan sangat mudah menyebar bahkan daalam hitungan detik bisa tersebar ke seluruh dunia. Jika anda melakukan perbuatan tersebut maka bukan hanya di Indonesia anda bisa di jerat suatu hukum, bahkan di Kuwait memiliki bentuk hukum yang lebih keras.

Tentunya kita tidak ingin melihat adanya perpecahan dan saling hujat menghujat karena sebuah negara hanya akan kuat san besar jika masyarakatnya saling menghargai daan bersatu. Oleh karena itu kami ingin memberi pengetahuan kepada seluruh masyarakat mengenai perihal penodaan SARA dan diharapkan kita bisa menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama warga Indonesia di Kuwait.

 

 

sumber:

end-blasphemy-laws.org/countries/middle-east-and-north-africa/kuwait/

http://bbc.com

berbagai sumber lain yanag terpercaya

(Visited 2,268 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *