Para Engineer Indonesia bertemu Dubes untuk membahas NoC

Minggu 8 April 2018, para perwakilan Engineer Indonesia di Kuwait mengadakan diskusi dengan Bapak Dubes untuk membahas aturan baru proses perpanjangan izin kerja dan izin tinggal bagi tenaga ahli profesional bekerja di Kuwait dimana di perlukannya NoC letter dari KSE.
Saat ini terdapat sekitar  80 an lebih  tenaga ahli professional tehnik perminyakan dari Indonesia yang bekerja di Kuwait. Secara umum dapat disampaikan sebagai berikut ;
1. Rata-rata memiliki masa kerja kurang lebih 5 tahun;
2. Merupakan lulusan dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia
3. Tersebar di berbagai perusahaan-perusahaan baik milik pemerintah Kuwait (Kuwait Oil
Company, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company, KIPIC, Minstry of Electrical & Water) dan perusahaan swasta (Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, Weatherford, Napesco, ENOS, Novomet, Borets, Al-Khorayef, dll)

Pada pertengahan bulan Maret 2018, pemerintah Kuwait telah menetapkan kebijakan bahwa permohonan perpanjangan izin tinggal dan izin kerja bagi seluruh tenaga kerja teknik (engineers) berkewarganegaraan asing harus lah mendapatkan persetujuan dari “Perkumpulan Tenaga Ahli Tehnik di Kuwait” KSE (Kuwait Society of Engineers). Persetujuan tersebut adalah berupa sertifikat NOC (No Objection Certificate) yang harus dilampirkan pada permohonan perpanjangan izin tinggal dan izin kerja tersebut. Tanpa sertifikat tersebut artinya permohonan perpanjangan izin tinggal dan izin kerja tidak dapat diproses, yang berarti tenaga ahli tehnik yang bersangkutan harus segera meninggalkan Kuwait.

Dalam pertemuan tersebut telah disepakati langkah langkah taktis untuk menyingkap masalah ini dan sebuah tim khusus telah di bentuk demi kelancaran proses pengurusan residensi para muhandis Indonesia di Kuwait.

(Visited 124 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *