Parlemen Kuwait Menyetujui RUU untuk Pekerja Domestik

Majelis Nasional pada hari rabu menyetujui, dalam sidang pembacaan pertama, dua RUU yang diusulkan untuk pekerja domestik (pembantu rumah tangga) dan pendirian perusahaan saham tertutup untuk merekrut mereka. Undang-undang tentang pekerja rumah tangga ini  adalah undang-undang pertama di negara itu untuk memberikan perlindungan hukum penuh untuk ratusan ribu domestic worker(pembantu) di Kuwait.

Proposal pertama meminta perundang-undangan untuk PRT, karena ketentuan-ketentuan legislatif saat ini tidak memberikan perlindungan akan hak-hak mereka, meskipun mereka memiliki kuota yang cukup besar untuk tenaga kerja asing di Kuwait, Parlemen bagian Financial dan Komite Urusan Ekonomi melaporkan.

Yang kedua, tambahnya, bertujuan untuk melegalkan perekrutan pekerja rumah tangga asing, mendefinisikan kondisi yang harus di masukkan dalam kontrak mereka.
Proposal ini juga  membantu mempromosikan status Kuwait kepada organisasi buruh internasional yang meminta perubahan terhadap sistem yang berlaku sekarang, dan untuk melindungi hak-hak pekerja terhadap praktek-praktek tertentu.

Perhitungan suara terakhir diperkirakan akan berlangsung minggu depan untuk menyetujui hukum yang akan memberikan hak kepada pembantu rumah tangga yang sebelumnya belum ada termasuk membatasi  jam kerja menjadi delapan jam setiap hari dan 30 hari cuti tahunan yang dibayar.

Salah satu Pasal RUU menetapkan pendirian perusahaan saham tertutup untuk perekrutan PRT. Perusahaan akan melatih pekerja di pusat-pusat pelatihan khusus sebelum mereka memasuki Kuwait. Perusahaan juga akan menjamin keamanan para pekerja yang direkrut dan mereka harus bebas dari penyakit sebelum memasuki negara itu. Perusahaan akan menggunakan teknologi canggih untuk menjaga database untuk data pribadi pekerja yang direkrut dan informasi terkait lainnya.

Hukum tersebut  menetapkan upah minimum bulanan  KD 45 untuk pelayan yang berhak mendapatkan lembur untuk jam kerja ekstra. Hukum melarang para pembantu yang memiliki umur di bawah 20 tahun dan di atas 50 tahun. RUU ini juga menetapkan satu pembantu untuk anggota keluarga yang berjumlah empat orang, dua pembantu untuk keluarga yang terdiri dari 5-8 orang dan tiga pembantu untuk keluarga yang terdiri dari lebih dari delapan orang. Undang-undang juga menetapkan untuk pertama kalinya end of service indemnity untuk pembantu sama dengan gaji satu bulan untuk setiap tahun pelayanan. Hukum ini berlaku untuk driver pribadi, pelayan, pengasuh bayi dan koki.

 

sumber:kuwaittimes

(Visited 395 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *