Penangkapan di mulai untuk tersangka Pemboman Masjid Kuwait

Penangkapan di mulai untuk tersangka Pemboman Masjid Kuwait . Pihak Keamanan Negara menangkap 18 tersangka yang terlibat dalam bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Kuwait City yang menewaskan 27 orang dan 222 luka-luka saat berlangsungnya shalat Jumat kemarin, 26 Juni. Setelah pertemuan darurat, Kabinet mengumumkan hari ini 27 Juni 2015 sebagai hari berkabung nasional menyusul serangan kemarin. Pembom bunuh diri menyelinap ke dalam Masjid Al-Sadiq Imam dekat distrik Al Sawaber Kuwait terkenal di Sharq pada akhir sholat Jumat.

Korban yang berlumuran darah bisa terlihat di seluruh bagian masjid. Pelaku bom bunuh diri diduga memasuki masjid di saat orang orang bersujud, beberapa detik kemudian ledakan dapat dilihat melalui dinding masjid dan pintu jendela. Seorang pejabat pemerintah mengkonfirmasi bahwa serangan itu adalah bom bunuh diri. Serangan serupa juga terjadi di Tunisia dan Perancis dekat dengan waktu yang sama dengan serangan di Kuwait, meskipun tidak ada hubungan langsung yang bisa disimpulkan saat ini.

Amir Sheikh Sabah Al Ahmed Al Jaber Al Sabah mengutuk ledakan itu dan mengatakan bahwa pelaku tindak pidana ini tidak mempertimbangkan bahwa hal itu dilakukan di bulan paling suci dalam kalender Islam. “Ledakan itu bermaksud untuk merobek rajutan kain persatuan dari masyarakat Kuwait dengan mengobarkan perpecahan sektarian dan konflik,” kata Yang Mulia dalam sebuah pernyataan resmi untuk Kuna, “tapi itu tidak akan terjadi karena Kuwait menghargai persatuan dan solidaritas sosial. ”

amir berknjung
Yang Mulia Amir Kuwait Berkunjung ke Lokasi

Amir mengatakan bahwa aparat keamanan sedang menyelidiki insiden itu secara menyeluruh dan akan menangkap para penjahat di balik ledakan itu dan membawa mereka ke pengadilan. Ia juga memperpanjang belasungkawa kepada keluarga korban tewas dan luka-luka, berharap mereka  cepat sembuh sebagai korban luka dari tindakan teror yang keji ini . Amir mengunjungi lokasi ledakan tak lama setelah serangan itu.

Foto foto yang tersebar di media sosial menunjukkan para korban tertutup kain dengan tubuh berlumuran darah. Ratusan polisi dan tim tanggap darurat di tempat kejadian. Putra Mahkota Sheikh Nawaf Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah mengunjungi korban luka di rumah sakit kemarin. Yaqoub Al-Sanea, Menteri Kehakiman dan Urusan Islam mengatakan “aksi teroris dan kriminal yang mengancam keamanan kita dan menargetkan persatuan nasional kita,” dilaporkan kantor berita Kuna. Pihak Keamanan Negara ditempatkan di pos-pos pemeriksaan dan melakukan penggerebekan di beberapa daerah di Kuwait termasuk Taima, Sulaibiya dan Riqqa.

 

 

Sumber :news.Kuwaittimes.net

(Visited 1,049 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *