Pengurangan jumlah pekerja Ekspat akan berdampak pada ekonomi Kuwait

Pejabat dari Departemen Perencanaan menolak rumor yang mengatakan Negara Kuwait bermaksud untuk mengurangi jumlah ekspatriat sebagai bagian dari rencana untuk memodifikasi struktur penduduk tetapi menegaskan bahwa para pelanggar hukum residensi, kriminal, dan lain-lain yang mengancam keamanan di tanah air akan dideportasi, laporan Al-Shahed.

Sumber mengutip penduduk Kuwait saat ini berjumlah 4.231.226, yang merupakan 1.306.892 warga negara Kuwait dan 2.924.334 ekspatriat, dan angka itu kecil untuk sebuah negara yang ingin mencapai pertumbuhan di masa depan.

Mereka menunjukkan bahwa rencana pembangunan sebagian besar negara tergantung pada ekspatriat, dan mengubah struktur populasi tidak membutuhkan deportasi ekspatriat, langkah itu bisa mendatangkan bencana di semua aspek perekonomian jika para pekerja asing seperti driver, pekerja rumah tangga, dan pembantu di rumah Kuwait dideportasi.

Mereka menjelaskan bahwa ekspatriat yang bekerja sebagai driver dan pekerja rumah tangga melebihi 15 persen dari total penduduk, dan mereka yang bekerja di kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, dan penjaga keamanan merupakan sekitar 20 persen, sementara angka dari mereka yang bekerja di proyek-proyek konstruksi adalah sekitar 15 persen .

Di tengah kekurangan parah dalam jumlah pekerja di sektor konstruksi, Kementerian Sosial dan Tenaga Kerja baru-baru ini membuka pintu untuk perekrutan, mereka mencatat. Mereka menegaskan bahwa Negara mengeluarkan keputusan untuk menghentikan penunjukan ekspatriat di lembaga pemerintah sejak Mei lalu, tetapi langkah itu tidak akan memberikan kontribusi dalam memecahkan masalah, terutama karena kementerian mempekerjakan ribuan pekerja harian di luar layanan yang ditawarkan oleh Komisi Pelayanan Sipil ( CSC).

Oleh karena itu, negara telah memutuskan untuk kembali ke perjanjian formal untuk mengakhiri kekacauan melalui kontrak kementerian. Sumber mencatat bahwa beberapa kementerian dan lembaga pemerintah telah keberatan dengan keputusan menghentikan ekspatriat, menunjukkan Departemen Pendidikan baru-baru meminta Komisi Pelayanan Sipil untuk membuka pintu bagi penunjukan ekspatriat, sedangkan Departemen Kesehatan telah secara resmi meminta CSC menyediakan lebih dari 3.000 pekerja untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Jaber. Mereka menegaskan bahwa keputusan CSC yang menangguhkan permintaan kementerian untuk mempekerjakan sejumlah besar ekspatriat dianggap sebagai keputusan ‘pertama dan terakhir’.

 

sumber:arabtimesonline

(Visited 441 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *