Perawat Indonesia di Kuwait dengan dua anak penghafal Quran

Tak banyak orang yang bisa meniru langkah dari Suli Hamdani, dia adalah seorang perawat Indonesia yang telah menghabiskan waktunya selama 20 tahun untuk mengabdi sebagai Perawat di Al Sabah Hospital dan tak luput mengabdikan dirinya kepada masyarakat Indonesia di Kuwait.

Datang bersama 65 orang perawat angkatan pertama Indonesia pada bulan Maret 1993, saat itu bertepatan dengan pertengahan Ramadhan, Suli yang lebih dikenal Abu Ridho bekerja di bagian Medical Interna (penyakit dalam) di Sabah Hospital Kuwait. Saat ini total angkatan pertama perawat di Kuwait tinggal sekitar 15 orang, sebagiannya sudah kembali Ke Indonesia untuk berdikari memulai usaha mereka, dan ada pula yang ke negara lain untuk melanjutkan profesi mereka sebagai Perawat.

 

Berita Tentang Akngkatan Pertama Perawat Kuwait di Kompas
Berita Tentang Angkatan Pertama Perawat Kuwait di Kompas

 

Bersama pengurus Masjid Indonesia
Bersama pengurus Masjid Indonesia

Beliau bertemu dengan pasangan hidupnya Ibu Siti Muzayana atau lebih di kenal dengan Ummu Ridho sebagai rekan se profesi di Kuwait dan dikaruniai dengan empat orang anak yaitu Ridho Ramadhan(19), Yazid Yasien (17), Faris Farhan (12), dan Hanan Hanifah (7) dan yang uniknya dua orang diantaranya yakni Ridho dan Yazid sudah menjadi hafidz. Keberadaan Ridho sebagai hafidz Indonesia pertama di Kuwait memberikan Inspirasi kepada orang tua Indonesia di Kuwait lainnya sehingga total sekitar 6 orang anak Indonesia yang juga telah menjadi Hafidz di Kuwait yaitu Ridho, Yasien, Thoriq, Gery, Zhafran dan Fauzan.

Bersama Keluarga
Bersama Keluarga

Ia juga menyisihkan waktunya untuk berkiprah sebagai ketua Masjid Indonesia, dengan keuletan beliau sehingga kegiatan di Masjid Indonesia terus bergulir. Ketekunan beliau untuk mempelajari Bahasa Arab membuat Abu Ridho dekat dengan berbagai kalangan dan organisasi di Kuwait bahkan saat ini beliau telah menjadi penjembatan pembangunan Puluhan Masjid di Indonesia dari para donatur Kuwait.

Menyalurkan Bantuan ke Syiria ke Lembaga Sosial Kuwait
Menyalurkan Bantuan ke Syiria ke Lembaga Sosial Kuwait
Salah satu Masjid yang dibangun oleh Kuwait di Indonesia
Salah satu Masjid yang dibangun oleh Kuwait di Indonesia

 

mesjid dan sekolah di nganjuk
mesjid dan sekolah di nganjuk

Walaupun sudah cukup lama di Kuwait, Abu Ridho tidak lupa membangun usaha mandiri di Indonesia dengan membangun usaha percetakan yang memiliki omset cukup besar. Salah satu yang membuat beliau betah di Kuwait adalah bisa berkumpul bersama keluarga dan Ia berpendapat bahwa pendidikan anak anak di Kuwait jauh lebih baik dan lebih aman terutama dalam pengembangan bahasa Arab dan Bahasa Inggris, disamping itu kehidupan religius yang sangat mendukung membuat kondisi pengembangan anak terasa jauh lebih terarah dan teratur.¬†Kedua anak Abu Ridho saat ini mendapatkan Beasiswa, Ridho sendiri mendapatkan beasiswa di Kuwait University dan Yasin di Ma’had Qatar.

Ridho sebagai Hafidz Indonesia pertama di Kuwait
Ridho sebagai Hafidz Indonesia pertama di Kuwait

Beliau banyak mengsinspirasi dengan kesederhanaan hidup dan membangun hubungan sosial dengan masyarakat, beliau berpesan terutama kepada rekan seprofesi lainnya “Mari kita manfaatkan keberadaan kita di Kuwait utk meningkatkan kualitas kehidupan dari berbagai aspek, secara finansial, pengalaman, keagamaan, dan wawasan sehingga ketika kita kembali ke tanah air dapat memberikan kontribusi yang positif kepada keluarga dan lingkungan kita berada”.

AN

(Visited 967 times, 1 visits today)

One thought on “Perawat Indonesia di Kuwait dengan dua anak penghafal Quran

  • June 9, 2016 at 8:24 am
    Permalink

    Hanya bisa mengucapkan Subhanallah

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *