Petunjuk Kesehatan dari MoH Arab Saudi Mengenai perjalanan Haji dan Umrah

Jeddah (7/7), Kementerian Kesehatan (MoH) Arab Saudi  meminta bagi orang yang berniat mengunjungi tempat-tempat suci untuk melakukan umrah atau haji di Makkah agar memastikan bahwa mereka telah memenuhi standar kesehatan yang diperlukan menjelang kunjungan mereka.

Hal ini termasuk melakukan vaksinasi yang diperlukan terhadap sejumlah penyakit seperti meningitis dan flu musiman – khususnya, untuk orang-orang dengan penyakit jantung, gagal ginjal, penyakit pernapasan atau saraf, diabetes, gangguan immunodeficiency bawaan dan diperoleh dan penyakit metabolik, juga bagi wanita hamil, anak-anak dengan obesitas dan di bawah lima tahun.

Mereka yang dengan penyakit kronis dan orang tua diperingatkan untuk melakukan perjalanan, dan menunda ibadah haji mereka hingga cukup fit, hal ini berkaitan dengan keselamatan mereka sendiri. Mengenai virus Ebola, kata kementerian, mereka masih memberlakukan penolakan izin masuk wisata bagi warga Guinea dan Sierra Leone. Hal ini sesuai dengan laporan Organisasi Kesehatan Dunia yang menyarankan penyebaran lanjutan dari penyakit di kedua negara ini.

Menurut juru bicara Kementrian Dr Khaled Marghalani, mereka rutin memantau perkembangan epidemiologi untuk berbagai penyakit dan memiliki sebuah komite nasional yang memantau penyebaran penyakit di seluruh dunia dan mengeluarkan instruksi untuk badan-badan lokal tentang cara untuk mengatasi ancaman tersebut. Prasyarat tahun ini mewajibkan bagi mereka yang berasal dari negara endemik demam kuning, meningitis dan flu musiman untuk memberikan sertifikat vaksinasi dari negara mereka. Mereka yang  datang dari negara-negara yang berada pada Meningitis Belt  Afrika (- termasuk Gambia, Senegal, Guinea-Bissau, Guinea, Mali, Burkina Faso, Ghana, Niger, Nigeria, Kamerun, Chad, Republik Afrika Tengah, Sudan, Sudan Selatan, Uganda, Kenya, Ethiopia, Eritrea -) akan juga diwajibkan untuk menerima vaksin pencegahan pada saat masuk ke Arab Saudi.

Sementara itu semua jamaah disarankan untuk mengikuti petunjuk yang bertujuan untuk membatasi penyebaran coronavirus MERS dan penyakit pernapasan lainnya, termasuk mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan, menggunakan tissue dan saputangan saat bersin atau batuk dan membuangnya setelah itu, membatasi kontak tangan dengan mata, hidung dan mulut, menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang terinfeksi dan mengenakan masker pernapasan di tempat-tempat ramai.  Para pengunjung juga  disarankan untuk menjauh dari peternakan unta dan untuk menghindari menyentuh hewan ini atau minum susu mereka – tanpa pemanas atau tidak dipasteurisasi – atau makan daging mentah mereka.

 

Sumber : KUNA

(Visited 390 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *