Raja Salman memberikan santunan Rp 3,8 M bagi setiap korban kecelakaan crane di Mekkah

Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman pada hari Selasa (15/9) memerintahkan beberapa point berikut sehubungan dengan korban kecelakaan:

1. SR1,000,000 (sekitar Rp 3,8 M) kepada masing-masing keluarga orang tewas dalam kecelakaan ini;
2. SR1,000,000 (sekitar Rp 3,8 M) untuk setiap korban yang mengakibatkan cacat permanen;
3. SR500,000 (sekitar Rp 1,9 M) untuk korban yang terluka.
4. Bagi yang wafat, maka 2 orang keluarganya akan dihajikan sebagai tamu kehormatan untuk tahun 1437 H atau tahun depan.
5. Korban luka yang tidak dapat melakukan haji tahun ini dapat melakukan Haji tahun depan sebagai tamu raja.
6. Keluarga yang terluka yang tinggal di rumah sakit untuk perawatan diberikan visa kunjungan untuk mengurus terluka selama sisa jangka waktu haji dan kembali ke negara mereka,

Di kesempatan tersebut Raja Salman juga agar pejabat Binladin Group diberikan travel ban ke luar Saudi setelah setelah dinyatakan bersalah sebagai perusahaan konstruksi pada Jumat mematikan akibat kecelakaan crane di Makkah.

Sebuah pengumuman istana kerajaan yang dibawa oleh Saudi Press Agency (SPA) mengatakan raja sedang mengkaji laporan dari Komite Investigasi Kecelakaan, yang menunjukkan kelalaian pada bagian dari Saudi Binladin Group, tetapi menyimpulkan bahwa “tidak adanya kecurigaan pidana. ”
Laporan itu mengatakan “alasan utama untuk kecelakaan adalah angin kencang sementara crane berada dalam posisi yang salah.” 111 orang tewas dan 331 luka-luka ketika crane raksasa yang digunakan dalam proyek perluasan di Masjidil Haram ambruk dan menabrak sebagian dari mataf sekitar Ka’bah pada 11 September.

 

Sumber : Arabnews

(Visited 632 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *