Saudi Menangkap Pelaku Pembawa Bom ke Perbatasan Kuwait, Kronologis Pemboman di ungkapkan

Tiga orang bersaudara asal Saudi telah ditangkap sehubungan dengan bom bunuh diri dari sebuah masjid Syiah di Kuwait bulan lalu, pihak berwenang Saudi dan Kuwait menyatakan kemarin(7/7). Serangan pada waktu  shalat Jumat yang menewaskan 27 orang termasuk pembom ditujukan untuk memicu kebencian sektarian. Dua dari tersangka, Majed dan Mohammed Al-Zahrani, adalah pelaku yang berperan untuk melintasi perbatasan ke Kuwait pada Kamis sore dan membawa bahan peledak dalam ice box yang diberikan ke abdul Rahman Sabah untuk melakukan serangan.  Sedangkan saudara yang ketiga, kementerian tidak menyebutkan nama dan apa perannya tidak dijelaskan, telah ditangkap di Kuwait dan diekstradisi ke Arab Saudi.

Driver yang membawa pelaku bom bunuh diri ke masjid  Imam Al-Shadiq di Kuwait City yaitu Abdul Rahman Sabah Aidan (bedoon) telah melakukan kontak dengan IS empat hari sebelum serangan, kata satu sumber keamanan. Abdulrahman Sabah dalam percakapan melalui aplikasi smartphone diminta  untuk pergi menuju Al-Zour dan bertemu dua orang tersebut di Nuwaiseeb Road. Ketika ia pergi ke lokasi, ia menerima sebuah Ice box dari dua orang tersebut yang berisi sabuk peledak yang akan digunakan dalam serangan itu. Mereka melatihnya  untuk misi pengeboman tersebut, dan meyakinkannya dengan mengatakan bahwa mereka telah memantau target masjid tersebut. Ice box yang berisi sabuk peledak ditempatkan di dalam mobil yang dipinjam dari Nimr.

Sabah dihubungi lagi sehari sebelum serangan, dan diberitahu untuk bertemu seseorang mengenakan dishdasha coklat muda dan ghutra merah (penutup kepala) di sebuah hotel yang terletak di Farwaniya pada jam 7:00 Jumat untuk melakukan serangan.

Setelah menjemputnya dari hotel, Sabah mengantar orang tersebut,yang kemudian diidentifikasi sebagai Fahad Al-Gabbaa (Saudi) ke rumahnya, kemudian ke Sulaibiya Co-op dan kemudian kembali ke rumahnya lagi. Di sana, pelaku bom bunuh diri itu dilengkapi dengan sabuk peledak, dan memakainya di tutup ‘dishdasha yang longgar’ – kemudian mengenakan ghutra putih dan Iqal (tali kepala), sumber itu menjelaskan.

Mereka berdua kemudian pergi ke masjid yang ditargetkan, dimana Sabah memberi penjelasan kepada Gabbaa langkah langkah yang  ia pelajari dari IS tentang cara meledakkan sabuk peledak. Dia kemudian menyuruhnya pergi  dan meyakinkan dia bahwa dia akan menuju ke Surga. Gabbaa keluar dari mobil yang diparkir 150 meter dari masjid, dan menyelinap ke masjid dan meledakkan diri.

Setelah itu, pengemudi melarikan diri ke Sulaibiya, di mana ia menghubungi pemimpin IS untuk memberitahu mereka bahwa operasi telah dilakukan dengan sukses, kata sumber. Sementara itu, sumber mengatakan bahwa sopir itu ‘ketakutan’ setelah serangan.

Dia segera menelepon saudaranya dan meminta tempat untuk bersembunyi, mengatakan bahwa ‘penangkapan’ akan terjadi setelahnya. Saudaranya kemudian memberinya tempat tinggal di sebuah apartemen miliknya di Salmiya, di mana mereka menghabiskan malam dengan empat teman. Sabah meninggalkan mobil yang berisi pakaian Gabbaa dan icebox di Sulaibiya sebelum menuju ke apartemen.

Hari berikutnya, ia pergi ke Riqqa di mana ia menyewa sebuah apartemen di sebuah rumah milik Fahad Shukhayyer. Pejabat keamanan negara menangkap dia dan istrinya saat ia memasuki rumah, dan merujuk ia untuk penyelidikan di mana ia mengaku secara detail tentang operasi, dan mengungkapkan keterlibatan pemilik mobil dan pemilik rumah dan hubungan mereka dengan IS.

26 orang yang termasuk enam  orang perempuan telah ditangkap dimana penyelidikan terus dilakukan. Sopir mengaku bahwa rekaman video untuk seluruh operasi telah diambil menggunakan ponselnya dan milik pelaku pembom bunuh diri, menurut sumber.

Mengambil rekaman video dan mengirim ke pemimpin IS di Suriah dan Irak adalah syarat utama sebelum melakukan serangan, sopir mengaku, bahwa proses dokumentasi video dimulai saat Gabbaa tiba di Kuwait. Dia kemudian merekam momen saat mengenakan sabuk peledak.

Sabah mengakui semua tuntutan, tetapi mengatakan bahwa tersangka lainnya tidak tahu menahu tentang operasi. Para tersangka perempuan, satu Pakistan dan enam bedoon, mengaku memberikan bantuan dan tempat tinggal, serta menghancurkan perangkat yang digunakan dalam rekaman video. Semua tersangka masih dalam tahanan. Sementara itu, pengakuan para tersangka mengunkapkan hubungan mereka dengan tersangka lain yang mendanai IS melalui kampanye pengumpulan dana yang mereka adakan di Kuwait.

Jaksa Agung Dherar Al-As’ousi mengatakan kepada  harian  Al-Qabas dan Al-Jarida bahwa penyelidikan diharapkan untuk selesai ‘lebih cepat dari yang diharapkan’ untuk memungkinkan para tersangka berdiri di hadapan pengadilan secepatnya, Ia mengatakan bahwa Kejaksaan akan menuntut ‘ hukuman maksimal ‘untuk para tersangka.

Dia menunjukkan bahwa tersangka di luar Kuwait telah diidentifikasi; sementara beberapa orang yang diidentifikasi sebagai keluarga mereka telah didakwa. Laporan mengutip seorang pejabat keamanan telah menyatakan bahwa Kuwait sedang mempertimbangkan untuk mendakwa lebih dari 40 orang sehubungan dengan serangan mematikan. Kuwait telah meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah pasca serangan.

saudara pembom
Dua orang tersangka yang membawa Bom ke perbatasan Kuwait, Ice box tempat Bom, Kendaraan yang digunakan untuk membawa BOM ke perbatasan Kuwait
driver bomber
Abdul Rahman Sabah Aidan (Driver Pembom Bunuh Diri hari Jumat)

 

sumber: kuwaittimes

(Visited 994 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *