Undang Undang E-Crimes akan di berlakukan 12 Januari 2016

Jaksa Agung Kanselir Dherar Al-Asousi menekankan bahwa undang undang media dan informasi, yang merupakan bagian dari Kejaksaan, akan bertanggung jawab untuk menyelidiki semua kasus termasuk dalam ‘ Kejahatan Hukum Electronic’ nomor 63/2015 yang disebabkan berlaku pada tanggal 12 Januari 2016.

Asousi menjelaskan bahwa bagian hukum media dan informasi akan bertanggung jawab untuk menangani dan menyelidiki kejahatan tersebut untuk memutuskan apakah akan merujuk mereka ke pengadilan. Selanjutnya, Asousi mengatakan bahwa menurut hukum, penuntut umum akan bertanggung jawab untuk menyelidiki berbagai kejahatan elektronik termasuk yang dilakukan menggunakan berbagai jaringan media sosial dan internet.

Asousi telah mengeluarkan instruksi menjelaskan pelanggaran yang harus ditangani sebagai kejahatan dan mereka harus ditangani sebagai pelanggaran ringan. Menurut petunjuknya, kejahatan seperti bersekongkol untuk menggulingkan rezim akan dikenakan sanksi maksimal sepuluh tahun penjara, membuat website untuk mempromosikan perdagangan manusia (human traficking) akan dikenakan sanksi oleh maksimal tujuh tahun penjara dan denda KD 10,000-30,000 dan yang melakukan pencucian uang akan dikenakan sanksi maksimal 10 tahun penjara dan minimal KD 20.000. “Mereka dituduh membuat website yang mempromosikan organisasi teroris atau individu atau pembuatan bahan peledak dan bahan yang digunakan dalam aksi teror akan dikenakan sanksi maksimal 10 tahun penjara dan KD 20,000-50,000 tambahnya, menunjukkan bahwa pidana penjara enam bulan maksimum dan KD 500 – 2000 baik ditetapkan untuk akses tidak sah ke akun siapapun. – Al-Jarida

 

sumber:kuwaittimes

(Visited 206 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *