WNI-O diharapkan bisa menciptakan kemandirian berwirausaha di Indonesia

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengharapkan program pelatihan pemberdayaan terintegrasi bagi WNI overstayers (WNI-O) dan TKI bermasalah yang telah dipulangkan pemerintah dapat menciptakan kemandirian berwirausaha. Nusron menyampaikan hal itu saat menghadiri langsung pelatihan pemberdayaan terintegrasi bagi WNI Overstayers (WNI-O ) dan TKI Bermasalah(TKI-B) yang telah dipulangkan pemerintah di kota Parepare, Sulawesi Selatan bulan oktober lalu.

BNP2TKI menyadari angkatan kerja yang besar yang tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Hal itu yang mengakibatkan sebagian masyarakat terpaksa mencari peruntungan ke luar negeri agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya. Efek dari itu banyak TKI yang bermasalah di luar negeri dan juga WNI-O  yang kemudian dipulangkan oleh pemerintah. Di samping itu, BNP2TKI juga menekankan pentingnya agar para TKI Purna menjadi produktif dengan modal yang didapatkannya saat bekerja sebagai TKI untuk kemudian dijadikan modal berwirausaha di daerahnya.

Untuk itulah, kata dia, BNP2TKI menggelar pelatihan pemberdayaan terintegrasi secara serentak di puluhan kabupaten/kota yang total pesertanya sebanyak 10.500 orang, dengan harapan mereka, baik para TKI-B, TKI Purna, dan WNI-O untuk bisa mandiri dan berwirausaha.

Dalam kunjungan tersebut, Nusron Wahid melakukan penandatanganan Mou antara Kelompok Usaha Bersama TKI, Mitra Lokal LP3AI Parepare, serta pemberian buku tabungan secara simbolis kepada peserta pelatihan. Sementara di waktu yang sama di Medan telah dilakukan kegiatan serupa yang merupakan rangkaian dari kegiatan besar Pemberdayaan Terintegrasi TKI Purna/TKI-B/WNI-O di 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia yang merupakan daerah basis kantong TKI.

 

sumber:liputan6

 

(Visited 286 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *