10 Fakta Menarik Mengenai Tahun Baru Islam

Sahabat Indonesia di Kuwait, tanpa terasa waktu terus berlalu dan besok, Rabu (14/10) adalah penanggalan baru dalam agama Islam atau system penanggalan Hijriyah.  Ada beberapa fakta menarik yang mungkin anda belum ketahui mengenai penanggalan tahun baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharram 1437 H. Antara lain akan kita ulas di sini:

1. Awal tahun hijriyah di ambil dari peristiwa Hijrah
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.
Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun.

2. Tahun Hijriyah di mulai 6 tahun setelah wafatnya Rasul
Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.
Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).
Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan “Tahun Gajah”, karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka’bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

3. System Kalender Jawa di adopsi dari System Hijriyah
Sistem Kalender Jawa memiliki kemiripan dengan Kalender Hijriyah.  Pada abad ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem penanggalan Kalender Saka (berbasis matahari) yang berasal dari India. Sistem penanggalan ini digunakan hingga pada tahun 1625 Masehi (bertepatan dengan tahun 1547 Saka), Sultan Agung mengubah sistem Kalender Jawa dengan mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, seperti nama-nama hari, bulan, serta berbasis lunar (komariyah). Namun demikian, demi kesinambungan, angka tahun saka diteruskan, dari 1547 Saka Kalender Jawa tetap meneruskan bilangan tahun dari 1547 Saka ke 1547 Jawa.

4. System Penamaan hari di Indonesia di adopsi dari penamaan hari di Bulan hijriyah.
Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari.  Penamaan hari di Indonesia diadopsi dari penamaan hari di bulan hijriyah yang di mulai dari ahad sampai sabtu Berikut adalah nama-nama hari di bulan hijriyah:
Al-Ahad (Minggu)
Al-Itsnayn (Senin)
Ats-Tsalaatsa’ (Selasa)
Al-Arbaa-a / Ar-Raabi’ (Rabu)
Al-Khamsah (Kamis)
Al-Jumu’ah (Jumat)
As-Sabt (Sabtu)

5. Awal hari di penanggalan Hijriyah di mulai saat terbenamnya matahari.
Sebuah hari di bulan hijriyah diawali dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam.

6. Jumlah hari dalam kalender Hijriyah lebih sedikit dari Kalender Masehi
Salah satu pesan tahun  hijriah mungkin  agar umat Islam menjadi kaum yang lebih produktif, karena tahun hijriah lebih pendek dari tahun masehi. Artinya, ketika seseorang berbicara akan menyelesaikan tugas dalam satu tahun (masehi), maka ia merujuk pada 365 hari. Sedangkan seorang Muslim ketika bicara target satu tahun, maka ia mengacu pada 354 hari atau lebih cepat 11 hari.

7. Awal bulan dalam kelender Hijriah ditandai dengan munculnya hilal atau Bulan Sabit.
Awal bulan dalam kelender Hijriah ditandai dengan munculnya hilal atau Bulan Sabit.  pertama kali pada bulan baru di ufuk barat, sesaat setelah terbenamnya Matahari. Ada dua metode yang di gunakan untuk menentukan awal bulan antara lain :
– Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni mengamati penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah bulan baru (ijtima). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki tanggal 1.
– Sedangkan hisab adalah melakukan perhitungan untuk menentukan posisi bulan secara matematis dan astronomis. Hisab merupakan alat bantu untuk mengetahui kapan dan dimana hilal (bulan sabit pertama setelah bulan baru) dapat terlihat. Hisab seringkali dilakukan untuk membantu sebelum melakukan rukyat.

8. Di Indonesia Awal Tahun Islam di kenal sebagai malam 1 suro
Di Indonesia malam tahun baru Islam dikenal dengan malam 1 suro. Khusus malam 1 Suro, ada ritual khusus penjamasan, yaitu mencuci senjata pusaka di malam pergantian tahun. Ritual ini dikerjakan disertai berbagai kegiatan lain, misalnya puasa, mengadakan sesaji, tumpengan,d an lain sebagainya. Konon, dengan penjamasan, senjata pusaka yang dimiliki akan lebih sakti mandraguna.
Peringatan malam 1 suro yang bercampur mistis ini kerap menimbulkan kontroversi. Misalnya, pertanyaan tentang  faedah ritual-ritual tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Juga, apakah kegiatan ini tergolong syirik bagi umat Islam, ataukah sekadar mengikuti budaya yang sudah turun-temurun.

9. Jumlah bulan dalam penanggalan Hijriyah di ambil dari Alquran
Pada era awal kenabian Muhammad SAW, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.Jumlah bulan dari penanggalan hijriyah di ambil dari Al quran yaitu surah Attaubah: “Sesungguhnya bilangan bulan-bulan di sisi (hukum) Allah ialah dua belas bulan, (yang telah ditetapkan) dalam Kitab Allah semasa Ia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati… ” (Attaubah :36).
Bulan pada penanggalan hijriyah dimulai dari bulan Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah.

10. Nama bulan Muharram berasal dari kata Haram
Nama Muharram berasal dari kata: haram yang artinya suci atau terlarang. Dinamakan Muharram, karena bulan ini termasuk salah satu bulan suci dimana ummat Islam di larang berperang. Bukan cuma bulan muharram ummat Islam dilarang berperang tetapi di tiga bulan lain yaitu :bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah dan Rajab.

(Visited 2,756 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *